PENYAKIT KONFLIK DALAM RUMAH TANGGA


KURAP (Kurang Rapat)
Maksudnya kurang pertemuan dan komunikasi antar anggota keluarga.

KUDIS (Kurang Duit Selalu Habis)
Tidak pernah merasa cukup dengan harta yang diterima. Tidak bisa hidup sederhana.

MENCRET (Mencari yang Ribet)
Mempersulit diri, tidak mencari kemudahan dalam menjalani hidup.

MALARIA (mencari Pelarian)
Memilih untuk lari dari masalah dengan mencari pelarian dalam hal keburukan.

DIARE (Dibiarin Aje)
Tidak peka terhadap permasalahan atau tidak mau berupaya menyelesaikan masalah.

MERIANG (Menengok istri jarang)
Kurang terpenuhinya kebutuhan biologis pasangan.

KUSTA (Kurang Sabar Meraih Cita)
Kurang sabar dalam menjalani proses di masa-masa kesulitan, kurang sabar dalam menunggu keadaan menjadi lebih baik.

KORENGAN (Koordinasi Enggan Dilakukan)
Tidak ada kerjasama di antara anggota keluarga.

KANKER (Kehilangan Etos Kerja)

BISULAN (Bila Sekedar Uang Lancar)
Hubungan keluarga hanya sekedar transaksi ekonomi.

KAPALAN (Kagak Patuh al-Qur'an)
Anggota keluarga sering melanggar aturan syari'at agama.

ENCOK (Enggan Cocok)
Lebih banyak mempermasalahkan tentang perbedaan dibanding mencari kesamaan).

KUTILAN (Kurang Tahu Ilmu Pernikahan)
Kurang memenuhi hak dan kewajiban suami-istri, hak dan kewajiban sebagai orangtua dan anak, ilmu pengasuhan dan pendidikan anak.

JERAWAT (Jarang Berdoa Lewat Shalat)
Tidak meminta pertolongan Allah dengan mendekatkan diri kepada-Nya.

KUCEL (Kurang Cerita Detail)
Kurang mengungkapkan harapan secara detail kepada anggota keluarga lainnya.

TIPES (Tidak Peduli Perasaan)
Bila ada salah satu anggota bersifat egois dan kurang berempati terhadap orang lain.

INFLUENZA (Interfensi Luar Menambah Masalah)
Adanya permasalahan yang timbul dari pihak luar.

KADAS (Kagak Adil dan Seimbang)
Ada hal yang terlalu berlebihan di dalam keluarga.

KUMEL (Kurang Menghargai Lawan)
Tidak menghargai sikap saling menghormati dan menghargai antar keluarga.

ASAM URAT (Abaikan Simpanan Amal untuk Akhirat)
Keluarga yang tidak mempersiapkan kehidupan akhirat.

JANTUNG (Jarang Berhitung)
Bersikap tanpa mempertimbangkan baik-buruknya.

SEMBELIT ( Sedekah, Memberi, Berbagi, sangat Pelit)

ASMA (Asal Menyapa)
Pola hubungan yang tidak bermakna, pola komunikasi tidak berbobot.

(Sumber: Tips dan Inspirasi)

Share:

RAHMAT ALLAH


Rasulullah saw bersabda, 
“Perbaikilah dirimu, ucapkan kebaikan, dan sampaikan kabar gembira. Sesungguhnya amal seseorang tidak akan memasukkannya ke dalam surga. “ Seseorang bertanya, ‘Termasuk amalmu juga, wahai Rasulullahh?’ Rasulullah saw. menjawab, ‘Termasuk juga amalku, kecuali jika Allah mencurahkan rahmat-Nya kepadaku. Ketahuilah bahwa amal yang paling disenangi Allah adalah amal yang istiqamah meskipun sedikit. “ (HR. Muslim).


Ada seorang pemuda bermaksud membeli sepeda. Dia datang ke toko sepeda berbekal uang Rp200.000,-. Tetapi apa hendak dikata, harga sepeda yang diinginkan ternyata jauh di atas kemampuannya sekitar Rp1.500.000-. Bahkan harga sepeda termurahpun seharga Rp600.000,- masih di atas uang yang dibawanya. Sang pemuda beranjak melangkah pergi hendak meninggalkan toko sepeda. Belum sempat keluar dari toko, sang pemilik toko memanggil si pemuda itu, “Mau beli apa, Nak?” Tanya sang empunya toko.

“Mau beli sepeda, Pak. Tapi nggak jadi, uangnya nggak cukup. “ Sahut si pemuda dengan suara yang lemah.

Tiba-tiba sang pemilik toko terperanjat begitu memperhatikan wajah si pemuda. Dia ingat pemuda ini yang dulu pernah menolongnya ketika dia terjatuh dari sepeda motor malam-malam di jalanan sepi sekitar 6 bulan yang lalu. Yang sudah dicari-cari pula selama itu namun belum ketemu. Rasa hutang budi sang pemilik toko akhirnya membuatnya justru kemudian memberikan sepeda yang diinginkan si pemuda tadi secara gratis.

Inilah bukti ketika seseorang sudah merasa ridha dengan orang lain maka segala kekurangan menjadi tidak penting dan apapun yang diinginkan selama masih bisa, akan dipenuhi.

Begitu juga dengan Allah, sekiranya Allah sudah ridha, maka surga bukan sesuatu hal yang sulit diberikan, demikian juga dengan menghindarkan dari api neraka meski amal kita sebenarnya tidaklah cukup.

Kalau begitu amal menjadi tidak penting dong?

Sebagaimana kisah tadi, amal mempunyai kedudukan yang sangat penting, karena tanpa amal, lantas apa yang bisa membuat Allah ridha?!

Yang menjadi urusan kita adalah membuat amalan yang dengan amalan itu menjadikan Allah ridha atas kita.

Kalau begitu amalan apakah yang bisa membuat Allah menjadi ridha?

Sayangnya, inilah yang menjadi bagian rahasianya Allah swt. Ada amalan yang terlihat kecil, sepele, akan tetapi ada juga amalan yang begitu besar.

Ada dikisahkan bagaimana Allah ridha dengan amalan seorang tuna susila yang memberi minum seekor anjing yang hampir mati. Di lain kisah Allah ridha dengan hukuman rajam dari seorang wanita yang pernah berzina (sebagai bentuk pengorbanannya yang demikian besar demi menebus kesalahan dan mencari ridha Allah swt.). Rasulullah saw. menyatakan bahwa darah dari perempuan tadi cukup untuk menyucikan seluruh penduduk kota.

Pada prinsipnya, Allah memberikan sebuah gambaran tentang amalan yang akan mendatangkan rahmat-Nya dan tersurat pada ayat berikut ini:
“Hai orang-orang yang beriman (kepada para Rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah akan meberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampunimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (QS. Al-Hadid: 28)

“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata. “ (QS. Al-Jatsiyah: 30)

Dari ayat di atas, Allah menunjukkan bahwa jika kita menginginkan ridha Allah maka kita mesti beriman, bertakwa, dan beramal shalih. Wallahu’alam bishshawab.

(Sumber: Ensiklopedi Pengetahuan al-Qur’an dan Hadits, Tim Baitul Kilmah Jogyakarta, Jilid ke-3, 2013, Hal. 48)

Share:

FAKTA KEBAIKAN DIBALIK KEBIASAAN BANGUN PAGI


Islam adalah sebuah agama yang mengajarkan para pemeluknya untuk terbiasa bangun pagi –kaum muslim menyebutnya dengan bangun subuh. Memulai hari dengan bangun lebih dini sebelum sang mentari menampakkan dirinya. Saking pentingnya bangun pagi, Rasulullah saw. pun sampai memohonkan doa pada Allah Azza wa Jalla bagi siapapun pengikutnya yang bangun pada pagi hari.

“Ya Allah, berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh. “ (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah).

Tubuh kita pun sebenarnya dirancang untuk berfungsi di pagi hari. Jam biologis kita dengan segera akan menyuruh untuk bergerak di pagi hari supaya mendapatkan cahaya berkualitas untuk mencegah beberapa penyakit seperti kekurangan vitamin D, penyakit musiman, kegemukan, dsb.

Bukan tanpa sebab mengapa waktu subuh adalah salah satu waktu yang beliau sebutkan, kecuali pasti didalamnya terdapat kebaikan-kebaikan. Dan ternyata, 14 abad kemudian, melalui beberapa penelitian didapatilah sebuah hasil yang memperkuat benarnya tuntunan ajaran Rasulullah saw. tentang hal itu.


Beberapa fakta baik dibalik kebiasaan bangun subuh itu bisa kita dapatkan penjelasannya sebagai berikut:

Bangun pagi membuat tubuh lebih sehat, dan bugar

Seorang peneliti dari Raehampton University di Inggris menyimpulkan kalau bangun pagi membuat tubuh lebih sehat, mood baik, dan membuat orang memiliki indeks massa tubuh ideal. Peneliti lainnya yang bernama Dr. Joerg Huber yang dikutip melalui Medicmagic mengatakan bahwa mereka yang bangun pagi cenderung lebih sehat dan lebih bahagia.

Bangun pagi membuat seseorang produktif dan positif

Mereka yang bangun lebih pagi umumya memiliki mood yang lebih ceria, bahagia, otak lebih tajam, dan daya fokus fikiran lebih baik ketimbang mereka yang bangun terlambat. Mood positif ini tentu saja akan berpengaruh terhadap semangat dan kinerja kerja kita pada hari itu. Bangun lebih pagi dapat membuat seseorang lebih siap untuk menaklukkan hari.

Hasil studi ini dilaporkan dalam sebuah jurnal yang bernama Emoticon pada tahun 2012 dimana didapati ternyata sistem syaraf manusia dipengaruhi sekali oleh kebiasaan bangun pagi ini.

Hasil penelitian yang hampir senada dilakukan oleh Profesor Biologi di University of Education di Heidelberg yang berhasil menemukan bahwa orang yang bangun lebih pagi  memiliki energi yang lebih banyak.

Bangun pagi membuat seseorang menjadi lebih sukses

Dari sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 oleh Universitas Texas menemukan bahwa para mahasiswa yang bangun lebih pagi memiliki nilai IPK yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bangunnya terlambat.

Bangun subuh dapat mencegah kegemukan (obesitas)

Bangun lebih pagi pada kenyataannya bukan membuat badan kita menjadi lemas karena kurang tidur. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya, badan kita akan menjadi lebih aktif, berenergi, dan penuh semangat. Tidak hanya itu, bangun pagi hari pun berpotensi untuk membantu kita melangsingkan tubuh. Hal ini dibahas lebih di dalam Journal of Applied Psychology Sosial pada tahun 2009.

Bangun pagi berpengaruh terhadap tingkat depresi

Pada tahun 2013 dilakukan sebuah penelitian kembali di negara Jerman yang berhasil menemukan hubungan antara depresi tinggi dengan kecenderungan tidur larut malam. Mereka yang tidur cukup dan terbiasa bangun lebih pagi memiliki tingkat depresi yang lebih rendah. Sedangkan yang terbiasa tidur terlambat dan bangun pun kesiangan akan menunjukkan  hal sebaliknya, beresiko untuk memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi. Dan itu semua pada akhirnya akan mempengaruhi terhadap kualitas hidup dan kinerja kita.

Menurut sebuah studi dari University di London menemukan bahwa bagi mereka yang bangun sebelum jam 7 pagi memiliki resiko lebih rendah terkena stress, depresi, dan obesitas.

Demikian beberapa kebaikan dibalik kebiasaan bangun pagi. Informasi di atas semoga menjadi informasi bermanfaat, api semangat tersendiri untuk tergerak bangun, dan semakin menebalkan keyakinan kita akan betapa kebenaran Islam yang dibawa oleh suri teladan  kita Rasulullah saw. Wallahu’alam.

(Tulisan ini diambil dari beberapa sumber yang kemudian penulis rangkum)

Share:

HIDUP MINIMALIS DALAM ISLAM



Ini hari masyarakat kita sedang ramai membicarakan masalah naiknya nilai mata uang dolar atas rupiah hingga mencapai harga Rp15.000,-. Keadaan yang sama pula pernah terjadi 20 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Mei  1998 ketika terjadi kerusuhan massa dan kejatuhan Orde Baru yang membuat rupiah “terkapar” hingga menembus titik tertinggi Rp16.650,-. Tapi saat ini saya tidak akan membahas tentang itu: mengapa terjadi dan apa pula penyebabnya. Terlalu ribet. Sebagai emak-emak, saya lebih suka yang simple dan praktis bisa dilakukan.

Shalihat, sebenarnya kalau kita perhatikan, masalah kenaikan harga di Indonesia sudah seringkali terjadi. Dari kasus cabe rawit yang harganya melangit, harga jengkol berhasil menyamakan posisi dengan harga daging, sampai ke masalah kenaikan BBM yang senyap dari pemberitaan, itu bukan cerita satu dua kali terjadi. Dan seperti biasa, masyarakat kita semua fokus membicarakan hal ini, hujan keluhan sampai layangan hujatan marak disampaikan dalam berbagai kesempatan. Tapi ya gitu itu....ramai di awal, ujung-ujungnya reda lagi. Dan nampaknya hal yang sama pun sekarang tengah terjadi kembali.

Terinspirasi oleh salah satu postingan seorang teman yang membagikan sebuah tulisan Kiat Hidup Hemat ala Emak-Emak di masa rupiah melemah. Poin penting yang disampaikan dalam tulisan itu adalah bagaimana kita bisa lebih bijak untuk tidak bermudah-mudah membeli produk import dan menyebarkan semangat untuk mencintai produk dalam negeri. (Dalam hati saya berucap...duuh ini mah sudah dari dulu kita praktekkan kaleee....)

Shalihat, tips apapun yang menyuruh kita untuk berlaku hidup hemat, tuntunan seperti itu sebenarnya sudah ada sejak 14 abad yang lalu dalam ajaran agama kita, melalui keteladanan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw. Ada beberapa dalil baik yang diambil dari al-Qur’an maupun hadits Rasulullah saw. yang bisa dijadikan sebagai pijakan bagi kita untuk berlaku hidup minimalis alias hidup sederhana, tak berlebihan.

Dalil dalam Alqur’an

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. “ (QS. Al-Furqan: 67)

“Hai anak Adam, pakailah pakaian yang indah di setiap (memasuki) mesjid. Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. “ (QS. Al-A’raf: 31)

“Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. “ (QS. Al-An’am: 141)

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah dan keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. “ (QS. Al-Hadid: 20)

Dalil Hadits Rasulullah saw.

“Sebaik-baik perkara ialah yang paling sederhana. “ (HR. Tirmidzi).

“Orang yang mencapai kejayaannya ialah orang yang bertindak di atas prinsip Islam dan hidup secara sederhana. “ (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dikutip oleh Mishkat, Edisi Urdu, Opcit Vol. II, Hal. 245, No. 4934))

“Barang yang sedikit namun cukup (untuk memenuhi kebutuhan hidup) adalah lebih baik daripada banyak (tetapi menjadikan mereka lupa diri) dan menyesatkannya (dari jalan hidup yang sederhana). “ (HR. Abu Na’im, dikutip oleh Mishkat, opcit Vol. II, Hal. 348, No. 4962)

“Tiada hak bagi seorang anak Adam dalam semua hal ini kecuali rumah tempat tinggal, baju yang menutup auratnya, roti kering, dan air. “ (HR. Tirmidzi)

“Tidaklah seorang anak Adam dapat memenuhi suatu wadah dengan kejelekan kecuali perutnya. Cukuplah bagi anak Adam suapan makanan yang membuat tulang punggungnya tegak. Jika tidak dapat menagalahkan nafsunya maka sebaiknya dia mengisi sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk nafasnya. “ (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

“Sesungguhnya hidup sederhana termasuk cabang dari iman. “ (Ash-Shahihah, 341)

Telah cukuplah bagi kita pijakan dalil di atas dijadikan sebagai hujjah (sandaran hukum) atas pentingnya kita berlaku sikap hidup hemat. Bagi kita, kehidupan di dunia hanyalah tempat sementara persinggahan kita untuk memenuhi perbekalan hidup menuju sebuah perjalanan panjang di Yaumil Akhir nanti. Seperti yang digambarkan oleh seorang ahli hikmah yang mengatakan:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan dunia ini terdiri atas tiga bagian: sebagian bagi mukminin, sebagian bagi orang munafik, sebagian lagi bagi orang kafir. Maka orang mukmin menyiapkan perbekalan, orang munafik menjadikannya sebagai perhiasan, dan orang kafir menjadikannya tempat bersenang-senang. “


Cara Sederhana Sikap Hidup Minimalis

Prinsip sikap hidup minimalis (sederhana) ini adalah memiliki atau membeli barang yang benar-benar dibutuhkan dan dipergunakan sehari-hari oleh kita, serta melepaskan ketergantungan rasa memiliki atas barang tersebut. Artinya ketika kita harus melepas barang tersebut karena -misalnya diberikan pada orang lain, hilang, rusak, dsb- maka kita pun akan ringan hati untuk berdamai dengan keadaan tentang hal itu. Tidak membuat kesal atau marah berlebihan. Sama seperti halnya kita pun tidak memiliki keinginan berlebihan untuk bisa memiliki sesuatu, sekiranya hal tersebut bukanlah hal yang benar-benar dibutuhkan.
Dalam kehidupan berumah tangga, beberapa hal yang bisa membantu kita untuk menerapkan gaya hidup sederhana (hidup minimalis) adalah sebagai berikut:

Menyeleksi barang-barang yang sudah tidak diperlukan

Dari sekian banyak barang-barang yang ada di rumah kita, mulai pakaian hingga peralatan dapur, barang-barang koleksi yang berjajar rapi, acessories yang tersimpan dalam laci, manakah diantaranya yang benar-benar sudah tidak kita pergunakan lagi, atau jarang dipakai? Kerap alasan yang membuat kita menahan diri untuk menyedekahkan barang-barang tersebut adalah anggapan bahwa suatu saat barang itu akan kita butuhkan, padahal bertahun-tahun tersimpan tanpa kita sentuh sama sekali. Benar-benar hanya untuk memanjakan rasa kepemilikan.

Sekarang, mulai saat ini, lihat ke sekeliling, sortir barang yang ada, pisahkan antara barang yang masih dan yang sudah jarang dipergunakan. Barang yang sekiranya hanya memenuhi tempat dan ruangan tiadakan. Berikan pada saudara, sahabat, teman, tetangga, dan orang yang lebih membutuhkan.

Lakukan penyortiran barang rumah tangga ini lakukan setiap beberapa bulan sekali. Untuk beberapa item, seperti pakaian, sepatu, tas, dan yang sejenis dengan itu, penyortiran bisa dilakukan setahun sekali.

Dengan cara ini diharapkan bahwa barang-barang yang ada di rumah kita adalah yang benar-benar kita butuhkan sehari-hari dan dipergunakan untuk mempermudah pekerjaan kita. Setiap sisi ruangan rumah menjadi lebih rapi, lapang, dan tertata baik. Tak banyak barang printilan yang hanya memenuhi ruangan.

Ingat Shalihat, satu hal yang harus kita sadari adalah bahwa setiap apa yang kita ada pada kita akan dimintai pertanggungjawabannya, termasuk barang-barang yang kita simpan. Kita tak mau khan bila barang sendiri suatu saat nanti mendakwa kita?!

Tulis barang yang akan dibeli

Sudah dari sananya barangkali kalau kaum wanita secara keumuman paling tidak bisa menahan diri terhadap barang yang lucu, imut, bin bagus. Setiap jalan-jalan ke suatu tempat, pasti akan selalu saja ada tempat yang didatangi, lihat-lihat, koment heboh, ujung-ujungnya belanja. Padahal dari rumah niatnya hanya jalan-jalan.

Agar kita tidak selalu “lapar mata”, ada baiknya ketika kita akan berbelanja, buat daftar barang yang akan kita beli. Ini untuk membantu agar ketika kita tidak membeli barang lain selain yang ada di dalam daftar tersebut. Kalau tidak, bisa-bisa lihat sedikit centong nasi yang lucu akan kita beli juga, padahal di rumah centong nasi sudah ada dua.

Hindari kebiasaan mengoleksi barang

Menjadi kebanggaan tersendiri ketika seseorang bisa memiliki satu jenis barang dengan berbagai bentuk, model dan warna. Barang pun dipajang berjejer rapi memenuhi lemari. Padahal kebanyakan dari barang tersebut lebih banyak dipajang daripada dipergunakan. Islam sangat tidak menyukai kebiasaan ini. Mubadzir dan berlebih-lebihan.

Shalihat, hanya memiliki beberapa pasang sepatu, misalnya, namun sering dipergunakan adalah lebih baik dibanding memiliki berpasang-pasang sepatu namun hanya untuk dikoleksi.

Membeli barang yang dibutuhkan, bukan diinginkan

Ketika akan membeli suatu barang, pastikan bahwa barang tersebut adalah memang sesuatu yang sedang kita butuhkan untuk mempermudah pekerjaan kita, dan kita memerlukannya, bukan sekedar memenuhi keinginan mata.

No kartu kredit

Godaan kartu kredit mendorong kita untuk mengambil jalan pintas ketika menginginkan suatu barang namun belum memiliki cukup uang. Cukup menggesek kartu kredit, keinginan terpenuhi sudah. Akhirnya, di akhir bulan selalu ada tagihan-tagihan lain di luar biaya operasional bulanan kita yang harus ditutupi. Bila pada awalnya lancar cicilan, lama-lama bunga berkembang, belum lagi denda telat pembayaran, muncullah masalah baru. Secara dhahir, ada banyak barang yang bertambah di rumah kita, namun secara batin hati kita tak tenang karena ditagih hutang kartu kredit bank.

Dipandang dari sudut agama, kartu kredit sendiri adalah bagian dari riba. Sebagai seorang muslim tentu saja sudah seharusnyalah menghindarkan diri dari riba. Oleh karenanya, sangat tidak disarankan untuk memenuhi segala kebutuhan atas pembelian barang di rumah kita dengan mempergunakan cara demikian. Lagipula, dengan semakin pahamnya kita atas konsep hidup sederhana yang dituntunkan Rasulullah saw. sebaiknya kita menempuh cara selamat lainnya yaitu dengan  cara bersabar menabung dan membeli barang yang benar-benar kita butuhkan saja.

Jangan trend oriented

Dalam memenuhi kebutuhan diri, hindari untuk selalu mengikuti trend fashion yang sedang booming. Pergantian model pakaian dengan segala macam acessoriesnya sangat cepat berubah. Bila kita latah mengikutinya, maka akan hampir setiap bulan kita akan dituntut untuk selalu membeli barang baru, padahal baru saja bulan lalu kita membeli beberapa pasang pakaian, misalnya. Akhirnya, semakin bertmbah banyaklah koleksi pakaian kita hingga memerlukan ruangan khusus untuk menyimannya. Padahal dalam satu hari kita hanya memakai satu dua pasangan pakaian saja. Kerap, beberapa pakaian malah lebih banyak disimpan daripada dipergunakan.

Hal yang paling aman adalah belilah pakaian yang sesuai dengan kepribadian kita, cocok dengan bentuk tubuh kita. Pakaian yang bisa dipergunakan baik saat santai ataupun resmi. Trend fashion yang berubah tak akan banyak berpengaruh. Kita sudah merasa percaya diri dengan penampilan ala kita.

Banyak cara kreatif yang bisa kita tiru agar dengan koleksi pakaian yang ada agar penampilan kita tidak membosankan. Misalnya memadupadankan warna, mematchingkan pakaian atasan dan bawahan, pandai memilih mana pakaian untuk acara santai mantai, dan acara resmi.  Jangan sampai saltum “salah kostum”. Sekali-kali searching tentang hal ini akan sangat membantu.

Dengan demikian, kita tidak akan merasa tertuntut untuk selalu membeli pakaian baru. Justru sebaliknya, merasa tertantang untuk bisa memaksimalkan penggunaan pakaian yang ada. Hemat dan super minimalis.

Shalihat, menjalani kehidupan dengan penuh kerendahhatian serta berjalan di atas kemampuan, masyaallah...jauh lebih memberi ketenangan. Tak berat menanggung gengsi berlebihan karena kita berlaku seperti apa adanya kita.

Wallahu’alam bishshawab.

Share:

SEHARI YANG PENUH KEBAIKAN



Shalihat, setiap diri dari kita, Allah beri modal waktu yang sama, yaitu 24 jam. Namun efektifitas penggunaan waktu yang ada setiap orang tentu saja berbeda, baik dari sisi kuantitas pekerjaan, maupun kualitas pahala yang didapatkan.

Bagi seorang muslimah, berbicara tentang pekerjaan sehari-hari bukan saja tentang rangkaian kegiatan apa saja yang akan atau telah kita laksanakan hari itu, akan tetapi juga bagaimana aktifitas sedari bangun pagi hingga tertidur kembali penuh dengan pahala dan ibadah. Kita berhasil memberi “ruh’ ilahiyah pada hampir semua pekerjaan kita, termasuk pada urusan rumah tangga. Sayang khan, bila potensi pahala kebaikan yang Allah sediakan tak kita pergunakan semaksimal yang bisa kita lakukan?!

Mari Shalihat, kita lihat bagaimana aktifitas sehari-hari bisa bernilai ibadah di dalamnya:


Charger Hati
Sebagai seorang muslim, Rasulullah saw. mengajarkan kita untuk terbiasa bangun di subuh hari. Bahkan beliau saw. mendoakan kepada siapapun dari umatnya yang terbangun saat itu:
“Ya Allah, berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh. “ (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah).

Bangun subuh, apalagi pada sepertiga akhir malam, memberi kesempatan bagi kita untuk dapat melaksanakan shalat malam (tahajud) bersama pasangan. Romantis lahir batin, bukan?! Hubungan dengan Allah swt. semakin dekat, seiring dengan bertambah baiknya tali batin hubungan kita dengan pasangan.

Allah swt. Berfirman,“Dan pada sebagian malam, lakukanlah Shalat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhan mengangkatmu ke tempat yang terpuji. “ (QS. Al-Isra: 79)

Pada ayat lain, Allah swt berfirman,“Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan. “ (QS. Al-Muzzamil: 6)

Memulai hari dengan melaksanakan shalat tahajud di sepertiga akhir malam (menuju waktu Subuh) seakan mencharger hati kita dengan baterai semangat yang akan kita bawa sepanjang hari itu. Harapan dan keyakinan baik kita muncul, hati kita tenang. Sebuah awal yang baik.

Luruskan Niat Dengan Semangat Lillaah

Banyak kegiatan yang kita jalani hari itu, harapan baik terkumpul di sana, di samping hal terduga pun boleh jadi menjadi warna hari, maka niatkan sedari awal bahwa apapun yang kita lakukan semua ditunaikan dalam semangat Lillaah, semata-mata berharap meraih ridhanya Allah swt.

Rasulullah saw. bersabda,“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Hadits ini menyiratkan bahwa setiap amal perbuatan yang tidak diniatkan karena Allah swt. Maka akan menjadi sia-sia. Kebaikannya sebatas di dunia, namun tidak bisa sampai hingga ke akhirat.

Masalah niat ini menjadi teramat penting karena akan memberi warna pada setiap amal perbuatan kita dan menjaga kita dari hal-hal yang memelencengkan diri dari niat semula.

Hiasi Hari Dengan Doa

Urusan dunia adalah mubah yang bila nilai-nilai agama dimasukkan ke dalamnya, maka akan menjadi ibadah. Misal, makan adalah urusan dunia. Akan menjadi bagian dari ibadah ketika sebelum dan sesudah makan, kita berdoa. Jadi bisa dibayangkan, berapa banyak amal perbuatan dari urusan dunia ini yang bisa bernilai ibadah ketika ada doa yang meluncur dari lisan kita seperti yang dituntunkan oleh Rasulullah saw. Silahkan hitung berapa doa harian (sesuai kemampuan hapalan kita) yang bisa diamalkan dalam satu hari. Belum lagi bila satu aktifitas dilakukan lebih dari satu kali dalam sehari. Masyaallah, luar biasa.

Bukan hanya doa, dzikir dan shalawat pun menjadi payung aktifitas kita. Saat memasak bisa sambil dzikir, doa, murajaah hapalan, dsb. Menyeterika sambil mendengarkan kajian. Menonton acara televisi, pilih saluran yang memberikan ragam informasi positif. Penatnya hari pun tutup dengan doa menjelang tidur dan dzikir-dzikir. Mohonkan ampun atas segala kekurangan dalam ketaatan kita, kekhilafan dalam tindak perilaku terhadap sesama, dan kemaksiatan yang dengan atau tanpa sengaja dilakukan. Jiwa tersegarkan (Qalbun Salim), hati dilapangkan, semoga tidur pun nyenyak dalam pelukan ridha-Nya.

“Wahai Tuhanku, berilah aku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih. Jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian. Jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga nan penuh kenikmatan. Ampunilah ayahku, sebab ia termasuk orang yang sesat. Janganlah engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, yaitu hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat. “ (Doa Nabi Ibrahim)

Wallahu’alam bishshawab.

Share:

UJIAN ADALAH CARA ALLAH MEMPERBAIKI


Tidak satupun manusia di muka bumi ini yang luput dari berbagai macam ujian baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Dia adalah sahabat setia kehidupan yang akan selalu ada di sepanjang kehidupan manusia. Di mana ada kehidupan di sana pula akan didapati ujian. Sekalipun manusia berusaha mengucilkan diri dari pergaulan ataupun bersembunyi di sebuah gua nun jauh di hutan sana, masalah atau ujian akan selalu ada.

Allah swt. Berfirman, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu akan dikembalikan. “  (QS. al-Anbiya: 35)

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa makna dari ayat di atas adalah bahwa Allah akan menguji manusia terkadang dengan kesenangan, agar nampaklah siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa.
Dengan demikian ujian adalah sebuah keniscayaan kehidupan.  Mau tak mau, suka tak suka, ujian yang terangkum dalam takdir baik dan buruk atas apa yang Allah tetapkan dalam kehidupan kita haruslah dihadapi. Sebagai seorang muslim, tentu saja kita berharap bahwa melalui ujian hidup maka ridha Allah bisa kita dapatkan.

Dalam satu hadist disebutkan, “Besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa ridha (menerima cobaan tersebut), maka baginya keridhaan, dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan.” (HR. Ibnu Majah)


Ada beberapa hikmah dibalik setiap ujian yang Allah berikan, di antaranya adalah:

Sebagai obat untuk membersihkan seluruh kotoran dan penyakit hati sehingga seorang hamba akan meraih pahala sempurna dan kedudukan tinggi di sisi Allah swt. Ada barangkali sisa-sisa kekesalan, rasa marah, kebencian yang bercokol di hati dan sulit kita obati. Melalui ujian, Allah membantu kita untuk memunculkan sebuah kesadaran, memelihara perasaan tak baik hanya akan menyakiti hati sendiri. Memaafkan justru jauh melapangkan dada dan memberi ketenangan.

Sebagai jalan untuk menyempurnakan penghambaan dan ketundukan seorang mukmin di hadapan-Nya. Seringkali melalui ujian seorang hamba semakin bertambah dekat dengan Tuhannya. Ibadah menjadi lebih khusyu, sungguh-sungguh dalam berdoa, dzikir pun tak lepas dari lisannya. Dalam ketidakberdayaan, Allah-lah yang bisa memberikannya kekuatan. Dalam kelemahannya, Allah-lah yang memberikannya pertolongan.

Masalah kerapkali membantu kita untuk memperbaiki diri. Hal salah yang terjadi di masa lalu, kemudian kita perbaiki di masa kini. Tempaan masalah pula yang mendidik kita untuk bisa memperbaiki sikap diri, kualitas ibadah, memperindah kesabaran, menertibkan fikiran, membersihkan hati, dan lebih mengenal diri. Potensi kebaikan diri selalu datang di balik sebuah ujian.

Mendidik mental semakin kuat. Tak mudah galau, panik, dan lebay. Masalah ada, hadapi, dan atasi. Tak membiarkan diri larut dalam kesedihan dan kemarahan berkepanjangan, karena sadar itu hanyalah akan merusak diri sendiri. Cukuplah, barang beberapa saat lamanya, selebihnya kembali move on dan melanjutkan perjalanan kehidupan.
Allah swt. Berfirman, “...supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. “ (QS. al-Mulk: 1-2)

Setiap ujian selalu menyisakan banyak pelajaran. Tidak bisa dipungkiri setiap ujian selalu memberikan banyak pelajaran dalam kehidupan. Pada mulanya barangkali sulit untuk bisa mendapati hikmah pelajaran, seiring berjalannya waktu barulah kita menyadari kebaikan-kebaikan dari peristiwa yang telah lalu yang kita anggap tidak menyenangkan dan menyesakkan dada. Akhirnya, lisan pun akan berucap “alhamdulillah”. Wallahu’alam bishshawab.

Shalihat, semoga kita senantiasa dapat belajar dan diberikan kepekaan hati utnuk dapat memunguti setiap hikmah pelajaran yang berceceran sepanjang kehidupan kita. Sehingga dari satu ujian kepada ujian lainnya ada banyak perubahan dan perbaikan yang terjadi dalam kehidupan kita. Semakin kita mengenal diri dan mengenal Dia Sang Penguasa Alam yang menciptakan segenap alam semesta beserta isinya. Aamin.




Share:

HATI-HATI WAHAI HATI


Heureuynya para lelaki, obrolan biasa jadi tambah seru kalau materi ini sudah jadi bumbunya. Eits.....ternyata setelah dipelajari, ada hal yang salah telah berlaku selama ini.

Saya buat ringkasan tausiyah yang disampaikan oleh Buya Yahya. Semula hanya akan dijadikan konsumsi pribadi saja, tapi setelah difikir-fikir tak ada salahnya saya share melalui blog ini. Siapa tahu bisa bermanfaat bagi siapapun yang memerlukannya.

Saya tulis utuh dengan sedikit perubahan penempatan kalimatnya saja agar lebih runut. Insyaallah, tidak sampai merubah konten ceramah yang beliau sampaikan.


Masalah Poligami

Poligami tidak memerlukan izin dari istri pertama
Seseorang yang  ingin menikah lagi dengan istri yang kedua, tidaklah harus dengan izin istri pertama. Tidak ada pendapat satu pun yang mengharuskan itu. Akan tetapi di dalam melakukan poligami itu sendiri, Nabi saw. melakukannya karena diperintah oleh Allah swt. Sehingga yang memilihkannya pun adalah Allah swt. Akan tetapi, bagi pengikut Nabi saw. apabila ingin melakukan itu semuanya ada aturannya terkait dengan keadilan, kesiapan dalam memberikan nafkah lahir batin yang maknanya pendidikan, dst. Intinya, tidaklah mudah bagi seseorang di dalam melakukan poligami. Tidak bolehlah orang mengatakan poligami itu adalah sunnah Nabi saw.

Ketetapan hukum poligami menjadi berbeda bagi pengikut Nabi saw.
Walaupun memang, sunnah itu adalah apa-apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw, akan tetapi bagi pengikutnya, belumlah tentu (poligami) menjadi sunnah.

Fikirkan dengan matang
Jadi bagi para pria yang ingin melakukan poligami harus berfikir ulang tentang kemampuannya di dalam kesiapannya memberikan nafkah, mendidik keluarga, bersikap adil, dst.

Poligami bukanlah untuk berbangga-bangga
Urusan poligami bukanlah urusan berbangga-bangga karena dapat menikah dengan satu, dua, tiga orang istri. Itu merendahkan kaum wanita. Akan tetapi lakukanlah karena memang ada maksud yang sangat jelas, ada kebutuhan untuk melakukannya, dan bukan untuk berbangga-bangga diri.

Kaum wanita tidak boleh menolak syari’at poligami
Di sisi lain, kaum wanita pun jangan sampai mengingkari tentang syariat poligami ini, karena (hukumnya) jelas. Hal ini dilakukan oleh Nabi saw. serta para ulama. Akan tetapi memang benar, semuanya ada aturannya. Apabila dengan satu istri saja, seorang suami belum mampu mendidiknya dengan baik, sikapnya terhadap keluarga masih kasar, anaknya tak karuan, nafkahnya masih kurang, bahkan banyak orang berpoligami itu karena ada masalah dengan istri yang pertama. Ini akan bermasalah jadinya. Akan tetapi bagaimana hendaknya dia itu apabila ingin melakukan itu semuanya difikirkan dengan matang, dan banyak orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dengan cara seperti ini. Hal ini tidak bisa dinafikan, demikian juga oleh kaum wanita.

Berhati-hati di dalam mengambil keputusan untuk poligami
Ingatlah, kaum pria harus berhati-hati dalam hal ini, jangan sampai masuk ke dalam kemungkaran, seolah-olah dia menjalankan suatu kebaikan, akan tetapi ternyata malah menuai petaka, menuai musibah, mendapat masalah karena salah di dalam cara mengambilnya.

Kemampuan setiap wanita berbeda dalam menerima poligami
Di sisi lain, lihatlah dari kemampuan wanitanya. Ada wanita yang bersedia dipoligami, ada juga wanita yang belum mampu melakukannya. Semuanya sesuai dengan kekuatan masing-masing. Kalau ada seorang wanita yang dengan sukarela dipoligami, bahkan bersedia mencarikan istri kedua, dst bagi suaminya, bukanlah sesuatu hal yang tidak mungkin. Ada seseorang yang sakit, karena begitu cintanya kepada istrinya, dia tidak berani mengatakannya, tapi istrinya....mungkin kebutuhannya adalah di situ. Bukan hal yang mustahil. Sebab keridhaan Allah itu unik. Kadang Allah berikan sesuatu kepada seseorang, tidak peduli apakah itu dunia. Kita bisa lihat ada seseorang yang masuk Islam meninggalkan kekayaan orangtuanya, hijrah dari gaji yang tinggi karena Allah swt. Termasuk ada wanita yang mencari keridhaan dengan hal seperti ini. Ada. Tapi ingat, janganlah semuanya dipaksa untuk bisa melakukan hal ini. Ini adalah bab fadhail, kemuliaan wanita-wanita pilihan yang memiliki hal-hal seperti ini. Jangan dipungkiri, dan jangan direndahkan oleh hal seperti ini.

Jangan merendahkan wanita yang rela dipoligami
Ini lho yang kadang menjadi masalah sekarang ini. Wanita yang rela dimadu justru direndahkan, dikatakan bahwa dia tidak memiliki ini (ada kekurangan maksudnya, pen). Atau di sisi lain ada orang yang berbangga-bangga bila suaminya tidak menikah lagi. Pernikahan bukanlah untuk dibangga-banggakan di depan manusia. Bersyukurlah bila suami hanya memiliki istrinya hanyalah dia, kemudian bersungguh-sungguhlah dalam mengabdi kepadanya. Jangan menjadi sombong dan memandang rendah saudari muslimah lainnya yang mau dipoligami. Seakan poligami itu adalah sesuatu yang harus dihindari.

Ada suami yang hanya memiliki satu istri, dan dia merasa cukup, alhamdulillah. Tapi bila ada yang ingin melangkah yang kedua, haruslah berfikir ulang. Intinya, jangan bermain-main dalam hal yang demikian ini.

Jangan jadikan poligami sebagai guyonan
Ada sementara orang yang setiap hari bicara sedikit-sedikit poligami... poligami.... poligami. Apakah akan menjadi mainan poligami?! Seakan-akan Islam mendidik kerendahan.

Ada sekalangan para suami yang sedikit-sedikit bicara poligami dengan lelaki yang lainnya. Bahkan menjadikannya guyonan.

A: “Anaknya berapa? “

B: “Jangan tanya anaklah. Tanya istri dong. ”

Mengapa jadi mainan begini?!

Poligami adalah satu. Seperti halnya pernikahan adalah satu. Satu istri saja ada yang haram hukumnya (Imam an-Nawawi dalam Babbun Nikah), apalagi dua, tiga, dan empat.
Jadi mohon, kita harus pelan-pelan, mohon kepada Allah swt. atas petunjuk-Nya, dan jangan jadikan bahan-bahan (guyonan).

Lakukan poligami sendiri dan jangan mengajak pada yang lainnya
Dan kita jangan mengajak orang lain. Bila Anda sudah bisa melakukan hal yang serupa, jangan ajak-ajak yang lainnya, karena belum tentu temannya itu mampu melakukannya. Bila dia terpengaruh lalu mengikuti Anda, dan dia tidak mampu, Anda telah merusak rumah tangganya. Ini adalah syari’at Nabi Muhammad saw. Biarkanlah berjalan dengan sendirinya. Jadi kedua belah pihak tidak boleh menjadikan syari’at ini rendah.

Banyak orang mencibir syariat poligami karena perilaku pelaku poligami yang tidak benar
Di sisi lain bagi laki-laki yang main-main menjadikan syari’at Nabi Muhammad saw, maka Anda juga telah berlaku dzalim. Dzalim terhadap syari’at. Sehingga yang terjadi sekarang ini adalah banyak orang yang akhirnya mencibir poligami karena para pelaku poligami yang tidak benar.

Poligami bukanlah untuk diekspos, dipamerkan, berbangga-bangga telah memiliki istri lebih dari satu. Seolah dia hebat, dsb. Bukan itu. Imam Mouzali tidak menikah dan beliau hebat, tidak ada urusannya dengan itu.

Bicaralah poligami dengan tulus
Bicarakanlah poligami dengan tulus, bukan karena ingin berbangga-bangga. Istri adalah untuk disembunyikan, bukan untuk dipamerkan.

Poligami jangan dihindari dan jangan pula dikejar-kejar
Jangan seorang wanita memandang rendah wanita lainnya yang dipoligami, seakan poligami itu adalah sesuatu hal yang harus dihindari. Sama seperti janganlah kaum lelaki melihat poligami sebagai sesuatu yang harus dikejar-kejar. Akan menjadi problem. Biarkan segala sesuatunya mengalir sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan akan ada aturan sendiri dari Allah swt.Jangan main-main dengan poligami, baik dari pihak wanita maupun laki-laki.

Semoga Allah memberikan kebahagiaan dan kemuliaan di rumah kita dalam keadaan apapun. Berbahagia dengan istrinya, dan bahagia dengan suaminya. Jangan sampai hidup ini menjadi neraka, sebelum masuk ke dalam neraka jahanam. Jangan!!!
Di saat kesempitan bisa bahagia. Di saat lapang pun bahagia apalagi. Saat sakit, bahagia. Saat sehat lebih bahagia lagi.

Kebahagiaan itu ada di dalam hati seorang hamba yang menjalani. Semoga Allah menjaga kita semuanya. Wallahu ‘alam bishshawab.

Tulisan ini diambil dari tausiyah yang disampaikan oleh Buya Yahya di bawah ini:





Share:

Popular

Pengunjung saat ini

Ruang Siar

Label

Label Cloud